Minggu, 13 Oktober 2013

Melukis cahaya bernilai budaya

selamat datang pecinta fotografi,sedikit saya  ingin mengulas tentang fotografi , fotografi sama halnya melukis cahaya.Sederhana, kita memotret dengan kamera dan menangkap cahaya ,hasil itu yang dinamakan foto dan
Memotret itu hal yang mudah ,karena memotret tercipta dari 2 hal ,disaat kita bahagia atau sebaliknya ,hasilnya pun mewakili apa yang ada di dalam hati kita,dan gambarlah yang berbicara menjadi sebuah karya yang menarik.karya yang mempunyai nilai estetika. sisi lain dari fotografi mengenai memotret " budaya" disini fotografi mempunyai kontribusi yang sangat penting,budaya akan bisa diabadikan dengan hasil potret yang bisa dikenang dan sebagai bukti adanya budaya, generasi baru yang nantinya sebagai kiblat penerus budaya akan mengerti bagaimana orang terdahulu, dengan adanya bukti yaitu karya sebuah foto. Ardi Pratikno
picture: jawa style
lokasi: dibawah kaki gunung mendelem
talent: resti & rino
wardrobe:Asih dkk
Ardi photowork

tips Memotret Human Interest

selamat datang pecinta fotografer , untuk kali ini saya ingin berbagi tips mengenai memotret "Human Interset"
atau kalau disingkat HI , HI adalah foto yang menggambarkan keunikan manusia baik itu ekspresi,kegiatan dan lingkungan . Sifat foto HI ini menceritakan kisah diantaranya kisah yang minor ,kesederhanaan dan kebahagiaan ,jika kita ingin memotret HI sebelum kita bidik alangkah baiknya feel kita mengikuti apa yang dirasa oleh objek ,jika objek dalam posisi senang kita memotret dengan hati yang senang,dan sebaliknya hal ini sangat penting karena fell akan muncul ketika kita menyatu dengan perasaan objek dan foto yang dihasilkan juga akan berbeda dan tentunya ada nilai estetika tersendiri baik sebelum memotret dan hasil potretnya,karena hakekat kita memotret lahir dari rasa ,dan rasa adalah bagian dari unsur estetika ,karena memotret adalah estetika. Ada beberapa teknik bidik memotret HI diantaranya kita setting Shutter speed 1/200 atau lebih jika objek sedang bergerak karena objek bergerak tentunya dengn shutter speed yang tinggi agar tidak membayang ,dan Iso kita atur dalam 100 atau 200 diafragma 5,0 dan ketiga ini harus disesuaikan dengan keadaan di lapangan baiknya waktu untuk memotret selagi matahari tidak begitu contras ,dan disaat cahaya matahari lembut maka itulah moment terbaik.
pecinta fotografer, simple saja ,komposisi dalam foto itu penting ,untuk hasil yang bisa bercerita kita harus peka terhadap objek ,dalam artian fokuskan titik fokus dengan berjalannya logika kita, maka hasilnya akan bercertia dengan sendirinya. Perlu diperhatikan Sikap kita jika dilapangan memotret HI alangkah baiknya harus memberikan rasa nyaman pada objek.semoga bermanfaat
salam Melukis Cahaya
Ardi pratikno